Tigorpakpahan’s Weblog

Bagaimana Memahami “Bahasa” si dia

Apakah Anda seringkali bersitegang dengan dia karena hal-hal yang tidak Anda ketahui sebabnya? Atau, tiba-tiba si dia mendadak diam seribu bahasa, tanpa Anda tahu alasannya. Jika ya, ini berarti Anda belum memahami ‘bahasa’ pasangan seutuhnya.

Ya, meski Anda menggunakan bahasa yang sama saat berkomunikasi dengan si dia, bukan berarti makna di balik pemilihan kata di ucapannya sama dengan apa yang Anda pikirkan. Atau, apa yang Anda maksudkan melalui kata-kata tertentu, sama dengan apa yang ia pahami.

Lantas, bagaimana cara memahami ‘bahasa’ si dia? Perlu Anda ketahui, bahwa wanita dan pria memiliki struktur otak yang berbeda. Inilah mengapa pria dan wanita kerap ‘tidak nyambung’ saat berkomunikasi, meski memakai bahasa yang sama.

Dan, jika sudah ‘tidak nyambung’, wanita yang lebih sering mengandalkan apa yang dirasakan (emosi) ketimbang apa yang ia ketahui (logis) itu, biasanya memilih untuk berdiam diri ketimbang melanjutkan konflik. Itulah sebabnya, jika Anda bertanya, “Apa salahku?”, mereka akan menjawab, “Coba saja kamu pikirkan sendiri!”

Sejak kecil, wanita memiliki kecenderungan untuk menjalin relasi dengan berkelompok. Bagi mereka, hubungan baik adalah segala-galanya. Itulah mengapa gadis-gadis kecil jarang terlibat konflik dengan teman-teman sebayanya. Mereka sangat menghargai hubungan pertemanan dan persahabatan.

Konflik sekecil apapun, yang ditandai dengan saling melemparkan argumentasi, membuat mereka merasa tak nyaman. Dengan menyuruh Anda memikirkan apa salah Anda, ketimbang memintanya untuk beragumentasi, ia berharap dapat terhindar dari konflik yang lebih besar. Intinya, dia enggan untuk beradu pendapat dengan Anda!

Wanita, tidak sama seperti lelaki saat mengungkapkan kata-kata. Jika Anda memilih untuk berkata ‘A’, maka ‘A” adalah apa yang Anda pikirkan. Sedangkan wanita, bisa mengatakan ‘B’ dan ‘C’, untuk menggambarkan ‘A’ dalam benaknya. Contohnya, jika seorang wanita diminta komentarnya mengenai blus terbaru yang dikenakan sahabatnya, ia akan berkata, “Blus itu memang cantik, tapi kamu jauh lebih menarik jika mengenakan blus bermodel bla… bla.. bla…”

Beda dengan pria yang kemungkinan besar akan berkata seperti ini, “Blus itu jelek, kamu tidak pantas memakainya,” atau, “Kenapa kamu membuang-buang uang dengan membeli blus semacam ini?”

Kini Anda tahu bukan, mengapa wanita seringkali cemberut saat Anda mengomentati penampilannya? Bisa jadi Anda bermaksud baik dengan mengatakan yang sejujurnya, dengan mengatakan ‘jelek’ sebagai ‘jelek’ tanpa tedeng aling-aling. Tapi bagi dia, kata ‘jelek dapat berarti ‘luar biasa jelek sehingga tidak bisa dimaafkan’.

Kasus lainnya, ia mungkin merasa keberatan dengan salah satu karakter atau tabiat buruk Anda. Tapi karena ia berusaha keras untuk menjaga perasaan Anda, ia pun memilih kata-kata yang halus untuk menggambarkan keberatannya. Karena terlalu halusnya, Anda mungkin tidak menemukan kata-kata apa yang menggambarkan ketidaksetujuannya terhadap perilaku Anda. Akibatnya Anda terus melakukan hal itu berulang-ulang, dan ia pun terus menyimpan kekecewaannya yang sama. Puncaknya, ia pun tiba-tiba marah besar terhadap Anda.

Jadi, tidak mudah untuk memang untuk memahami ‘bahasa’ si dia? Tapi, jika Anda memahami analogi bahwa wanita bagaikan kupu-kupu, dan pria bagaikan badak, kami yakin Anda sudah memiliki kunci untuk memahami ‘bahasanya’.

(Dikutip dari “www.glministry.com”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: